Soto Tulang Ayam Cak Gondrong Fatmawati, Mau?

Dok. Pri | Kedai Soto Ayam Lamongan Cak Gondrong di Kawasan Fatmawati

Setidaknya sudah dua setengah tahun, sarapan menjadi sesuatu yang mahal bagi saya. Pada semester awal kuliah, rasa mahal itu tidak terasa. Karena setiap pagi, kami mendapatkan fasilitas sarapan dari pihak kampus. Namun fasilitas tersebut dihentikan disebabkan beberapa hal.

Kini saya sudah menjadi mahasiswa tingkat akhir, mahalnya sarapan masih terasa hingga sekarang. Sial-nya, pada masa akhir ini, saya harus bekerja-keras untuk mengerjakan proposal skripsi dan skripsi. Masalah yang saya hadapi ketika pagi hari datang ialah, lapar yang begitu luar biasa.
Entah mengapa, hal yang pasti ialah, rasa resah mengerjakan sesuatu berbanding lurus dengan rasa lapar pada pagi hari.
Tentu sebagai mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang, kuliah pulang), harga sandang, pangan dan papan dijaga begitu ketat. Namun saat mengerjakan proposal dan lapar menyerang, rasanya semua itu runtuh semua.
Bukan sebuah kebetulan pada masa akhir semester ini saya lebih banyak di kampus, hal utama memang tugas akhir. Hal yang lain ialah, kampus menjadi tempat cukup nyaman untuk menulis.
Dok. Pri | Biasanya sih Mas-mas yang layani, tapi kali ini Mbak-mbak yang buat menu, tapi rasa tetap sama.

Adapun ketika siang beranjak, kemudian lapar menyerang. Terlebih dahulu saya melihat isi dompet, apabila sang Imam Bonjol yang terlihat. Maka saya harus rela makan singkong goreng. Namun apabila muncul Otto Iskandar Di Nata, maka saya akan lari belingsatan kegirangan menuju Kedai (baca: kaki lima) Soto Ayam Lamongan Cak Gondrong.
Letak Kedai Soto Ayam Lamongan Cak Gondrong ini, Jl. Rs. Fatmawati, Cilandak Barat, Jakarta Selatan. Berseberangan dengan RSUP Fatmawati, tepatnya tidak jauh dengan Maestro Building. Lebih tepatnya berada di Kawasan Ruko Fatmawati Festival.
Tempatnya memang kecil, namun untuk urusan pelanggan jangan salah. Tempat ini ketika jam makan siang selalu ramai. Tak jarang para pelanggan rela untuk makan lesehan di trotoar, atau di bawah pohon rindang.
Dok Pri | Menu kedua, Soto Ayam Pisah Dengan Nasi yang biasa saya pesan.

Ada tiga menu Soto Ayam, pertama, soto ayam campur nasi (nasi dan soto dalam satu tempat). Kedua, soto ayam pisah nasi (nasi dan soto tidak dalam satu tempat). Dan terakhir, soto tulang ayam.
Dari tiga menu tersebut, saya lebih sering memesan menu kedua. Dimana kuah soto berwarna kuning, dicampur dengan irisan kubis, bawang daun, seledri dan bihun. Tak lupa pula, ada potongan daging ayam dan kulit ayam yang lembut. Terakhir yang tidak bisa terlewatkan ialah, potongan telur rebus utuh.
Bagi saya pribadi, soto selalu punya rasa khas dengan jeruk peras. Biasanya sudah disediakan dalam satu mangkuk kecil, potongan jeruk peras dan para pelanggan bebas menggunakan sesuai selera. Ada pula sambal, lengkap dengan kecap manis.
Akan tetapi dari berbagai bumbu yang digunakan, selalu ada rasa koya yang mendominasi. Entah mengapa, tapi koya tersebut memberikan rasa yang kaya dari setiap sajian soto Lamongan Mas Gondrong.
Sebenarnya, saya cukup tergiur dengan Soto Tulang Ayam Cak Gondrong, tapi untuk mengatasi masalah lapar, maka saya putuskan untuk menikmati menu kedua yang biasa saya pesan. Walau judul awal sebenarnya ingin bahas itu, tapi ternyata meleset. Mohon maaf ya. (Tapi temen-temen bisa coba sendiri ya) :D
Jujur saya tidak pernah merasakan soto Lamongan di tempat asalnya, namun Soto Lamongan Cak Gondrong yang telah hadir dua tahun lalu di kawasan Fatmawati, rasanya memberikan rasa penasaran akan daerah Lamongan dan segala isinya.
Dok Pri | Soto Tulang Ayam Yang Menggugah Selera

Walau kedai ini berada di pinggir jalan, namun kebersihan tempat sekitar dapat dikatakan cukup. Meja juga selalu cepat dibersihkan oleh seorang bapak, pelayanan di kedai ini tergolong cepat walau sedang ramai. Itu yang membuat saya salut kepada kedai ini, walau hanya berdua mengelola tempat tersebut namun pelayanan tetap maksimal.
Biasanya saya menghabiskan waktu 20 s/d 25 menit di kedai ini, setelah kenyang dengan sajian soto dan segelas teh hangat. Saya beranjak menuju kampus yang tidak jauh dari kedai tersebut. Tentu untuk mengerjakan tugas akhir, hingga sore atau siang hari.
Untuk ukuran mahasiswa, soto ini tergolong murah hanya Rp. 13.000,- saja. Porsi pun cukup banyak, dan untuk rasa silahkan simpulkan sendiri.

Salam hangat dari #mahasiswaresah tingkat akhir.

Komentar

  1. Hai kupu2....eaaaaa baru kemarin2 istilah ini aku dengar. Anyway soto itu is the best buat aku. Kuah, suwiran ayam dan tambahan soun and kol. Sumpah nga suka makan soto dicampur. Kedai ini suka aku liat tapi belum pernah mampir. Ngences sambil komen hahhhahHhH

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo mbak e, ah, semoga saya bisa melepas gelar kupu-kupu secepatnya, xixixixi
      Silahkan mampir mbak, pun bulan puasa, mamang nya masih buka.

      Hapus
  2. Ah . . . penampakkabnya uenaak Rek, mendadak lsvaaar . . .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Enak bund, di Bandung belum nemu sih kayak gini

      Hapus
  3. mahasiswa kupu - kupu hahahha ... kalo gue mah cupu-cupu (curcol pulang, curcol pulang)!
    Soto Lamongan Cak Gondrongnya keknya enak. nyoba aaaah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jiaaaaaaa, ada istilah baruu, silahkan mampir mas nya,

      Hapus
  4. Mau bahas kupu2nya aja.

    Dari bena semester pertama sampe skripsi selalu jadi mahasiswa yang kupu2 dan enggak peduli ada kegiatan apa dikampus kecuali kegiatan uts, uas, ujian skripsi, sidang skripsi. 😂😂😂😂

    Kalo soal soto, hampir semua soto sama rasanya, tinggal lidah yang menentukan rasa. Mana yg paling nikmat menurut lidah :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, ketemu sesama kupu-kupu. Dan kegiatan di kampus cuma kuliah, uts dan uas, tak lupa ke perpustakaan pinjem referensi :D

      Hapus
  5. Nah ajakin makan disini dong, kapan? Hehehe

    BalasHapus
  6. Aaaaaaa kesukaanku banget nih kalau ngomongin kuliner yang berkuah-kuah dan pedas pastinya hehe.

    Aku Jadi penasaran deh sama soto cak gondrong. Kayaknya ada yang spesial gitu dari soto ini haha. Mau lah aku diajak makan sini kalau pas k Jakarta

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuuuuk, mariiiii,
      Sini datang ke Jakarta, dan jangan tetiba ngasih kabar pulang, xixixixixi

      Hapus
  7. Serius banget mas ini kupu-kupu? Koq ga percaya. Btw soto ayam menu andalah aku jg jaman ngampus dulu...murah meriah kenyang, karena langganan boleh minta banyakin koyanya. Jadi mevvaaahh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihihi, kupu-kupu pake banget mbak.

      Ya, soto itu selain murah (kata anak kost) juga membuat perut aman selama beberapa jam.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini